Sebanyak puluhan pegiat literasi SMAN 1 Comal memulai perjalanan edukatif menuju Yogyakarta dalam kegiatan Safari Literasi, Jumat (10/4) malam. Kegiatan ini sebagai upaya memperluas wawasan secara langsung di berbagai pusat literasi dan budaya.
Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Bapak Setyo Pratikno, S.Pd. selaku Kepala Perpustakaan Bina Ilmu SMAN 1 Comal di ruang perpustakaan. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya literasi sebagai jendela dunia yang tidak hanya dapat diakses melalui buku dan media digital, tetapi juga melalui pengalaman nyata di lapangan.
Perjalanan malam itu membawa rombongan tiba di Masjid Jogokariyan Yogyakarta pada dini hari. Di tempat ini, peserta beristirahat, membersihkan diri, menunaikan sholat Subuh, serta menikmati sarapan khas Yogyakarta berupa nasi gudeg yang hangat dan menggugah selera. Nuansa kebersamaan begitu terasa, menjadi awal yang hangat untuk rangkaian kegiatan hari itu.
Pukul 08.00, rombongan yang terdiri atas Dewan Perpustakaan, duta literasi, serta guru pendamping melanjutkan perjalanan menuju lokasi pertama, yaitu Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY. Setibanya di sana, peserta diajak berkeliling mengenal berbagai fasilitas modern yang mendukung kegiatan literasi.
Salah satu yang paling menarik perhatian adalah 6D Cinema. Di ruang ini, peserta merasakan sensasi seolah-olah menjadi bagian dari film yang ditonton. Sebuah pengalaman yang memadukan teknologi dan hiburan secara imersif. Tak hanya itu, di ruang audiovisual, peserta menyaksikan film berjudul Hibob. Sebuah film pendek keluarga yang dibalut dengan rangkaian drama musikal bernuansa hip hop dengan lirik lagu berbahasa jawa. Film ini mengisahkan pertukaran raga antara ibu dan anak akibat peristiwa supranatural. Melalui alur cerita yang menyentuh, film ini menyampaikan pesan mendalam tentang pentingnya saling memahami antara orang tua dan anak.
Perjalanan literasi kemudian berlanjut ke Museum Sonobudoyo. Di sini, peserta diajak menelusuri jejak sejarah dan budaya Jawa melalui berbagai koleksi, mulai dari batik, benda pusaka, hingga pakaian adat. Setiap sudut museum menghadirkan cerita, memperkaya wawasan sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap warisan budaya bangsa.
Usai menjelajah museum, rombongan menuju Masjid Gedhe Kauman untuk menunaikan ibadah sholat. Sore itu, hujan turun membasahi Kota Yogyakarta, menghadirkan suasana teduh yang mengiringi waktu istirahat para peserta.
Menjelang pukul 17.00, perjalanan dilanjutkan ke kawasan Malioboro. Di pusat keramaian ini, peserta memanfaatkan waktu untuk berburu oleh-oleh khas Yogyakarta, mulai dari kerajinan hingga kuliner tradisional. Keceriaan tampak jelas di wajah para peserta yang menikmati suasana khas Malioboro.
Malam hari, rombongan kembali menuju bus menggunakan shuttle ke area parkir. Tepat pukul 21.00, perjalanan pulang ke Comal dimulai. Meski lelah, semangat dan kebahagiaan tetap terasa sepanjang perjalanan. Akhirnya, pada pukul 02.00 dini hari, rombongan tiba dengan selamat di SMAN 1 Comal.
Safari Literasi ini bukan sekadar perjalanan, melainkan pengalaman belajar yang nyata. Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya memperluas wawasan dan pengetahuan, tetapi juga merasakan langsung bagaimana literasi hadir dalam berbagai bentuk teknologi, budaya, hingga nilai-nilai kehidupan. Sebagaimana tujuan utamanya, program kerja Dewan Perpustakaan Bina Ilmu ini menjadi sarana edukasi sekaligus penyegaran, membuktikan bahwa belajar bisa dilakukan dengan cara yang menyenangkan dan bermakna.
